Jawa Timur, Indonesia - Meski hanya dua menit, angin puting beliung tepi telah merosakkan 63 rumah, kubah masjid, satu musala, kandang ayam, bedak kayu dan kantor KUD di Desa Sitirejo dan Mandalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/12/2010).
Jumlah kerugian diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Warga rata-rata kehilangan atap genteng rumahnya setelah disapu puting beliung.
“Kerosakan yang diderita warga rata-rata ringan karena hanya kehilangan genteng. Tapi saya sudah menghimbau warga untuk mengungsi ke tetangganya karena takut ada arus pendek,” jelas Hafi Lutfi, Camat Wagir di Dusun Temu, Desa Sitirejo, Sabtu malam.
Kejadiannya sangat cepat pada pukul 15.30 WIB. Menurut warga, hujan sebenarnya tidak terlalu deras tapi kemudian datang kumparan angin itu.
Menurut Bobi, staf keamanan di dusun itu, ketika kejadian itu, di TPQ milik Jaenuri sedang ada kegiatan mengaji sebanyak 30 anak usia 7-9 tahun.
Asmui, warga Desa Sitirejo, kehilangan seluruh genteng rumahnya yang berukuran 5 x 12 meter itu. “Saya kebetulan sedang menjemput istri saya di Kacuk,” terang Asmui.
“Saya masih belum berani tinggal di rumah ini jika turun hujan lagi,” kata Asmui.
Sementara di RT 8 ada dua rumah. Terparah yang mendapat bencana ini di Desa Sitrejo adalah rumah warga di Dusun Temu sebanyak 48 rumah, satu masjid dan satu mushola.
Sedang di Dusun Lemah Duwur sebanyak 12 rumah dan satu bedak kayu. Adapun di Desa Mendalanwangi, Dusun Pohbener hanya merusakkan satu kandang ayam. “Semua sudah saya laporkan ke Pemkab Malang,” kata Camat Wagir. (Sylvianita Widyawati)
