
Bersamaan dengan klaim anti Iran petinggi Amerika Serikat yang menuding Tehran mendukung milisi al-Qaeda, kelompok ini mengirim pesan video yang menentang pemerintah Suriah. Tindakan mereka ini tak berbeda dengan AS dan Rezim Zionis Israel. "Jika memungkinkan kami akan berperang melawan Suriah," ungkap al-Qaeda.
Ayman al-Zawahiri, pemimpin al-Qaeda dalam pesannya yang dipublikasikan Jum'at (30/7) sependapat dengan AS yang menentang kekuasaan Bashar Assad di Suriah.
Beberapa waktu lalu AS bersama Israel dan sejumlah negara Barat lainnya menyatakan dukungannya kepada para perusuh dan kubu anti Assad. Selain meningkatkan boikotnya terhadap Suriah, mereka juga memprediksikan kemungkinan opsi militer di Damaskus. Opsi tersebut mendapat penentangan keras dari masyarakat internasional khususnya negara Islam, Rusia dan Cina.
Tak puas mengggoyang pemerintahan Bashar Assad, AS juga menuding Iran bekerjasama dengan al-Qaeda, padahal Damaskus adalah sekutu Tehran. Anehnya lagi al-Qaeda yang disebut-sebut bekerjasama dengan Iran malah bergabung dengan Gedung Putih memusuhi Suriah.
Sikap al-Qaeda memusuhi Suriah seperti AS dan Israel menunjukkan dalamnya kerjasama kelompok teroris ini dengan Barat, khususnya AS. Untuk menutupi kerjasama antara al-Qaeda dan CIA, AS mengkambinghitamkan Tehran dan menudingnya bekerjasama dengan kelompok teroris ini. Padahal al-Qaeda terbukti sangat memusuhi Iran serta terlibat dalam aksi teror terhadap diplomat Iran dan wartawan IRNA di Kabul.
Berdasarkan bukti dan data terpercaya, AS merupakan pelindung al-Qaeda dan memberikan suplai data intelijen serta persenjataan melalui CIA. (IRIB/ IRNA/MF)