Followers

Sunday, July 31, 2011

Penjara Tora Nantikan Kedatangan Hosni Mubarak


Mantan diktator Mesir, Hosni Mubarak sepertinya tidak akan lolos dari jeratan hukum. Dewan Tinggi Militer selaku pelaksana pemerintahaan saat ini terus mendapat tekanan dari rakyat untuk mengadili pejabat mantan rezim Mubarak, termasuk sang diktator sendiri beserta keluarganya.
Setelah beberapa bulan pasca runtuhnya rezim Mubarak, kota pariwisata Sharm el-Sheikh menjadi tempat peristirahatan mantan presiden Mesir beserta keluarganya. Kondisi ini membuat rakyat Mesir geram dan mereka kembali turun ke jalan-jalan menuntut percepatan proses reformasi dan pengadilan bagi Mubarak beserta kroninya.

Akhirnya perjuangan rakyat Mesir berhasil memaksa pemerintah untuk memenuhi keinginan mereka. Setelah didemo rakyat selama beberapa minggu, pengadilan militer Kairo menentukan tiga Agusutus sebagai hari pengadilan bagi Mubarak. Proses pengadilan ini akan digelar terbuka, bahkan akan diliput secara langsung oleh televisi.
Mohammad Manei, wakil Menteri Kehakiman Mesir menyatakan, pengadilan Mubarak akan digelar di kota Kairo, bukan di Sharm el-Sheikh. Sementara itu, Munir Fakhri, Menteri Pariwisata Mesir menandaskan, sejak lama kami meminta proses pengadilan Mubarak tidak digelar di Sharm el-Sheikh sehingga tidak berdampak negatif bagi wisatawan regional.
Selain Mubarak, kedua anaknya Alaa dan Gamal, pengusaha buron Hussein Salim, mantan Meteri Dalam Negeri, Habib El-Adli serta enam wakilnya juga bakal diseret ke meja hijau setelah bertahun-tahun bekerjasama dengan Amerika Serikat dan Rezim Zionis Israel. El-Adli saat menjabat kerap memasukkan pejuang serta anggota Ikhwanul Muslimin ke sel penjara, kini giliran dia yang akan mencicipi sel tersebut.
Dakwaan utama Mubarak beserta kroninya adalah instruksi pembantaian terhadap rakyat revolusioner yang menggelar aksi demo damai di Bundaran al-Tahrir. Rakyat tak berdosa ini menjadi korban brutalitas pasukan keamanan Mesir serta para kriminal berbahaya yang sengaja dibebaskan dari penjara.
Para pengamat menilai meski Dewan Tinggi Militer yang dibentuk Mubarak dan kini berkuasa pasca lengsernya sang diktator enggan memasukkan mantan presiden ini ke pejara, namun kedua anaknya -Alaa dan Gamal- saat ini telah menghuni penjara Tora di Kairo dan rakyat dapat menyaksikan kemenangan puncak mereka pasca revolusi 25 Juni.
Di sisi lain, proses pengadilan Mubarak juga menggembirakan rakyat Palestina khususnya warga Jalur Gaza, pasalnya Mubarak terkenal sebagai pencetus blokade di kawasan Gaza bersama AS dan Rezim Zionis Israel. Sementara, Washington dan Tel Aviv sepertinya telah melupakan Mubarak yang selama ini gigih membela serta mendukung setiap kebijakan mereka. (IRIB/IRNA/MF) 

Tahrir Square echoes with 'Go Mubarak'

 





1 comments:

mountdweller said...

Salam Sdr.ku

Izinkan saya linkkan N3 ini ke blog saya.

Terima kasih dan selamat menyambut Ramadhan Al Mubarak dengan menyemarakkan Ibadah. Insya Allah.